Kalau dilihat dari kenaikan harga di Indonesia sepertinya
menggunakan system warisan jaman penjajahan.
Bayangkan kenaikan harga di Indonesia bisa mencapai
100% - 500% atau bisa lebih jika memungkinkan.
Pihak Pemerintah maupun Pengusaha sudah lepas kontrol
mengenai kenaikan harga yg seharusnya secara bertahap
dan tdk memberatkan rakyat sbg konsumen.
Kebodohan dalam mengelola managemen sbg penyebab
dari semuanya ... ternyata masih bodoh saja sejak dulu.
Jaman kini semua negara berlomba ingin maju dan
mensejahterakan rakyatnya ... tetapi di Indonesia lain lagi,
menghabiskan kekayaan negara dan memiskinkan rakyat.
Dinegara maju ...
Pada dasarnya kenaikan harga harus disesuaikan dgn
kemampuan ekonomi masyarakat umum, kenaikan
harga akan dipertahankan berkisar antara 2% - 10%.
Memang ada juga yg melebihi 10% tetapi hal tsb merupakan
insidentil dan jarang terjadi, apalagi sampai 100% belum
pernah terjadi.
Apakah hal yg baik ini tidak bisa diambil sebagai contoh oleh
pemerintah? Para wakil rakyat pergi keluar negeri utk apa
sebenarnya? shopping atau study banding?
Di Indonesia ...
Saya menilai kenaikan harga di Indonesia dilakukan semaunya
secara sepihak dan jelas terkesan hanya utk kepentingan pihak
tertentu saja tanpa memikirkan situasi kemampuan rakyat
rata2 atau tidak memberikan ruang toleransi terhadap
masyarakat. Dimanakah perlindungan dari Pemerintah utk
kebijakan sosial ekonomi rakyat?
Bagaimana bisa pemerintah membiarkan rakyat dibebani
masalah ini terus menerus?
Apakah pemerintah tidak bisa menertibkan kenaikan
harga yg se-mena2 dilakukan oleh pihak tertentu yg sangat
memberatkan rakyat?
Apakah tidak ada peraturan dan undang2 yg dibuat untuk
membatasi pihak pengusaha ataupun perusahaan negara dan
instansi pemerintah terkait yg mengarah serta mendukung
pada perbaikan kesejahteraan ekonomi rakyat?
Semakin parah ...
Saya perhatikan dalam hal ini sejak dari jaman tempo doloe
tidak bisa ditertibkan dan diperbaiki, semua pihak bisa menjadi
pemeras rakyat!
Kenapa saya bilang pemeras rakyat karena indikasinya sama
dgn pemerasan yg segalanya dipaksakan, ditekan, dibebani,
diharuskan menerima, memaklumi dan seterusnya .. dsb nya.
Haruskah bangsa Indonesia yg sudah Merdeka layak menerima
keadaan seperti ini tanpa perhatian, perbaikan dan perlindungan
dari pihak pemerintahnya sendiri?
Dijajah orang asing masih belum cukup membikin sadar?
Apakah harus juga menjajah bangsa sendiri?
Dimana keadilan dan kesejahteraan serta perlindungan bagi
rakyat Indonesia?
Kalau pemerintah tidak bisa memberi perlindungan lalu kemana
harus mereka cari perlindungan?
Bangsa Indonesia tidak harus susah, mereka bisa hidup layak
andaikata tidak terjadi korupsi di sektor2 pemerintahan!
Semua ini absolut tergantung dari hasil kerja pemerintah yg
dipercayakan dan ditugaskan rakyat utk mengelola negara.
Ada pepatah : DUNIA MU ADALAH DUNIA PIKIRAN MU!
Keadaan rakyat Indonesia adalah hasil dari system
managemen Pemerintah Indonesia sendiri!
Kalau hasilnya tidak baik, artinya manusia-manusia yg
ditugaskan mengelola negara tidak punya kapasitas yg bisa
diandalkan ... sebaiknya manusia yg bodoh dan punya bakat
korupsi (kriminal) tidak ikut dalam mengelola negara.
Negara dan Bangsa akan hancur bila dikelola manusia-manusia
seperti itu ... ini memang kenyataannya dan logis sekali.
Semoga manusia yg ditugaskan mengelola Negara dan Bangsa
terbuka pikirannya dan tergugah niatnya utk memperbaiki
keadaan yg lebih baik lagi dari hari ini bagi rakyat Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar