Maaf ... ini sekedar opini saja!
Saya banyak melihat perbedaan antara kepentingan
Kemanusiaan dan Keagamaan.
Menurut saya Kemanusiaan tidak kalah pentingnya
dari Keagamaan.
Contohnya ...
di Rumah Sakit sering terjadi pelayanan yg meremehkan
keselamatan pasien, termasuk layanan perawatan yg
tidak professional dan penolakan masukRS dikarenakan
pasien tidak cukup punya dana uang muka.
Disini jelas terlihat kurangnya rasa Kemanusiaan.
Indonesia dibanggakan sbg negara yang rakyatnya sangat
patuh pada Agama .. tetapi kurang punya rasa Kemanusiaan
.. atau agama hanya sebagai kedok kesucian saja?
Kesimpulannya .. orang yg beragama belum tentu
punya rasa kemanusiaan!
Andaikata rasa kemanusiaan menjadi prioritas pasti banyak
orang dalam kesusahan akan tertolong!
Pertolongan berdasarkan rasa kemanusiaan sudah pasti
merupakan pertolongan yg ikhlas tanpa pamrih.
Yang pasti .. perlu diutamakan adalah punya dasar
rasa kemanusiaan kemudian didukung adanya satu
keyakinan beragama.
Saya rasa kalau agama yg diprioritaskan contohnya seperti
dinegara kita sendiri sering terjadi perbedaan prinsip dan
banyak orang yg merasa tdk puas karena tidak adanya
perhatian pada kemanusiaan yg tdk jauh dari nilai sosial
pada masyarakat.
*end
Selasa, 04 Desember 2007
Minggu, 02 September 2007
Pemerintah TIDAK SANGGUP meringankan beban rakyat ..
Kalau dilihat dari kenaikan harga di Indonesia sepertinya
menggunakan system warisan jaman penjajahan.
Bayangkan kenaikan harga di Indonesia bisa mencapai
100% - 500% atau bisa lebih jika memungkinkan.
Pihak Pemerintah maupun Pengusaha sudah lepas kontrol
mengenai kenaikan harga yg seharusnya secara bertahap
dan tdk memberatkan rakyat sbg konsumen.
Kebodohan dalam mengelola managemen sbg penyebab
dari semuanya ... ternyata masih bodoh saja sejak dulu.
Jaman kini semua negara berlomba ingin maju dan
mensejahterakan rakyatnya ... tetapi di Indonesia lain lagi,
menghabiskan kekayaan negara dan memiskinkan rakyat.
Dinegara maju ...
Pada dasarnya kenaikan harga harus disesuaikan dgn
kemampuan ekonomi masyarakat umum, kenaikan
harga akan dipertahankan berkisar antara 2% - 10%.
Memang ada juga yg melebihi 10% tetapi hal tsb merupakan
insidentil dan jarang terjadi, apalagi sampai 100% belum
pernah terjadi.
Apakah hal yg baik ini tidak bisa diambil sebagai contoh oleh
pemerintah? Para wakil rakyat pergi keluar negeri utk apa
sebenarnya? shopping atau study banding?
Di Indonesia ...
Saya menilai kenaikan harga di Indonesia dilakukan semaunya
secara sepihak dan jelas terkesan hanya utk kepentingan pihak
tertentu saja tanpa memikirkan situasi kemampuan rakyat
rata2 atau tidak memberikan ruang toleransi terhadap
masyarakat. Dimanakah perlindungan dari Pemerintah utk
kebijakan sosial ekonomi rakyat?
Bagaimana bisa pemerintah membiarkan rakyat dibebani
masalah ini terus menerus?
Apakah pemerintah tidak bisa menertibkan kenaikan
harga yg se-mena2 dilakukan oleh pihak tertentu yg sangat
memberatkan rakyat?
Apakah tidak ada peraturan dan undang2 yg dibuat untuk
membatasi pihak pengusaha ataupun perusahaan negara dan
instansi pemerintah terkait yg mengarah serta mendukung
pada perbaikan kesejahteraan ekonomi rakyat?
Semakin parah ...
Saya perhatikan dalam hal ini sejak dari jaman tempo doloe
tidak bisa ditertibkan dan diperbaiki, semua pihak bisa menjadi
pemeras rakyat!
Kenapa saya bilang pemeras rakyat karena indikasinya sama
dgn pemerasan yg segalanya dipaksakan, ditekan, dibebani,
diharuskan menerima, memaklumi dan seterusnya .. dsb nya.
Haruskah bangsa Indonesia yg sudah Merdeka layak menerima
keadaan seperti ini tanpa perhatian, perbaikan dan perlindungan
dari pihak pemerintahnya sendiri?
Dijajah orang asing masih belum cukup membikin sadar?
Apakah harus juga menjajah bangsa sendiri?
Dimana keadilan dan kesejahteraan serta perlindungan bagi
rakyat Indonesia?
Kalau pemerintah tidak bisa memberi perlindungan lalu kemana
harus mereka cari perlindungan?
Bangsa Indonesia tidak harus susah, mereka bisa hidup layak
andaikata tidak terjadi korupsi di sektor2 pemerintahan!
Semua ini absolut tergantung dari hasil kerja pemerintah yg
dipercayakan dan ditugaskan rakyat utk mengelola negara.
Ada pepatah : DUNIA MU ADALAH DUNIA PIKIRAN MU!
Keadaan rakyat Indonesia adalah hasil dari system
managemen Pemerintah Indonesia sendiri!
Kalau hasilnya tidak baik, artinya manusia-manusia yg
ditugaskan mengelola negara tidak punya kapasitas yg bisa
diandalkan ... sebaiknya manusia yg bodoh dan punya bakat
korupsi (kriminal) tidak ikut dalam mengelola negara.
Negara dan Bangsa akan hancur bila dikelola manusia-manusia
seperti itu ... ini memang kenyataannya dan logis sekali.
Semoga manusia yg ditugaskan mengelola Negara dan Bangsa
terbuka pikirannya dan tergugah niatnya utk memperbaiki
keadaan yg lebih baik lagi dari hari ini bagi rakyat Indonesia.
menggunakan system warisan jaman penjajahan.
Bayangkan kenaikan harga di Indonesia bisa mencapai
100% - 500% atau bisa lebih jika memungkinkan.
Pihak Pemerintah maupun Pengusaha sudah lepas kontrol
mengenai kenaikan harga yg seharusnya secara bertahap
dan tdk memberatkan rakyat sbg konsumen.
Kebodohan dalam mengelola managemen sbg penyebab
dari semuanya ... ternyata masih bodoh saja sejak dulu.
Jaman kini semua negara berlomba ingin maju dan
mensejahterakan rakyatnya ... tetapi di Indonesia lain lagi,
menghabiskan kekayaan negara dan memiskinkan rakyat.
Dinegara maju ...
Pada dasarnya kenaikan harga harus disesuaikan dgn
kemampuan ekonomi masyarakat umum, kenaikan
harga akan dipertahankan berkisar antara 2% - 10%.
Memang ada juga yg melebihi 10% tetapi hal tsb merupakan
insidentil dan jarang terjadi, apalagi sampai 100% belum
pernah terjadi.
Apakah hal yg baik ini tidak bisa diambil sebagai contoh oleh
pemerintah? Para wakil rakyat pergi keluar negeri utk apa
sebenarnya? shopping atau study banding?
Di Indonesia ...
Saya menilai kenaikan harga di Indonesia dilakukan semaunya
secara sepihak dan jelas terkesan hanya utk kepentingan pihak
tertentu saja tanpa memikirkan situasi kemampuan rakyat
rata2 atau tidak memberikan ruang toleransi terhadap
masyarakat. Dimanakah perlindungan dari Pemerintah utk
kebijakan sosial ekonomi rakyat?
Bagaimana bisa pemerintah membiarkan rakyat dibebani
masalah ini terus menerus?
Apakah pemerintah tidak bisa menertibkan kenaikan
harga yg se-mena2 dilakukan oleh pihak tertentu yg sangat
memberatkan rakyat?
Apakah tidak ada peraturan dan undang2 yg dibuat untuk
membatasi pihak pengusaha ataupun perusahaan negara dan
instansi pemerintah terkait yg mengarah serta mendukung
pada perbaikan kesejahteraan ekonomi rakyat?
Semakin parah ...
Saya perhatikan dalam hal ini sejak dari jaman tempo doloe
tidak bisa ditertibkan dan diperbaiki, semua pihak bisa menjadi
pemeras rakyat!
Kenapa saya bilang pemeras rakyat karena indikasinya sama
dgn pemerasan yg segalanya dipaksakan, ditekan, dibebani,
diharuskan menerima, memaklumi dan seterusnya .. dsb nya.
Haruskah bangsa Indonesia yg sudah Merdeka layak menerima
keadaan seperti ini tanpa perhatian, perbaikan dan perlindungan
dari pihak pemerintahnya sendiri?
Dijajah orang asing masih belum cukup membikin sadar?
Apakah harus juga menjajah bangsa sendiri?
Dimana keadilan dan kesejahteraan serta perlindungan bagi
rakyat Indonesia?
Kalau pemerintah tidak bisa memberi perlindungan lalu kemana
harus mereka cari perlindungan?
Bangsa Indonesia tidak harus susah, mereka bisa hidup layak
andaikata tidak terjadi korupsi di sektor2 pemerintahan!
Semua ini absolut tergantung dari hasil kerja pemerintah yg
dipercayakan dan ditugaskan rakyat utk mengelola negara.
Ada pepatah : DUNIA MU ADALAH DUNIA PIKIRAN MU!
Keadaan rakyat Indonesia adalah hasil dari system
managemen Pemerintah Indonesia sendiri!
Kalau hasilnya tidak baik, artinya manusia-manusia yg
ditugaskan mengelola negara tidak punya kapasitas yg bisa
diandalkan ... sebaiknya manusia yg bodoh dan punya bakat
korupsi (kriminal) tidak ikut dalam mengelola negara.
Negara dan Bangsa akan hancur bila dikelola manusia-manusia
seperti itu ... ini memang kenyataannya dan logis sekali.
Semoga manusia yg ditugaskan mengelola Negara dan Bangsa
terbuka pikirannya dan tergugah niatnya utk memperbaiki
keadaan yg lebih baik lagi dari hari ini bagi rakyat Indonesia.
Senin, 27 Agustus 2007
Ulama Aceh mencabut kembali izin konser ...
Menurut berita salah satu surat kabar ...
Atas desakan ormas Islam maka Majelis Permusyawaratan
Ulama Aceh mencabut kembali izin yang sdh diberikan kpd
Bunga Entertaimen untuk menyelenggarakan konser
Band Nidji dan lainnya.
Alasannya penonton laki harus dipisahkan dgn penonton
wanita karena dikhawatirkan terjadi perbuatan mesum.
Disini saya menilai MPU lemah dan tdk punya pendirian
terhadap keputusan yg sudah dikeluarkan apapun alasannya!
Sebelum mereka memutuskan tentu sudah adapertimbangan
yg matang dan secara sadar harus ditepati dan dipertanggung
jawabkan, harus konsekwen dgn keputusan yg disepakati.
Kalau Ulama saja sudah Plin-Plan siapa lagi yg harus dipercaya
bangsa ini? Pemerintah juga sudah kurang dipercaya rakya
karena sering terjadinya penyelewengan.
Lalu ...
Bagaimana dg. sekolah2 dan Perguruan Tinggi yg. sudah
terbiasa campur antara lelaki dan perempuan?
Kenapa harus konser saja yang dilarang campur?
Hal ini tidak memberikan kepastian yg jelas pada masyarakat!
Logis saja kalau masyarakat amburadul karena terbiasa dengan
ke tidak pastian dan ke tidak jelasan aturan.
Memberi contoh yg tidak bisa dipercaya dan tidak bisa
dipertanggung jawabkan keputusannya alias PLINPLAN.
Perbuatan mesum bisa terjadi dimana saja tanpa kenal tempat!
Bisa juga terjadi di Pesantren yg sudah dipisahkan antara wanita
dan pria.
Malah pernah beberapa kali terjadi tindak sodomi di Pesantren.
Kekhawatiran Ulama terhadap masyarakat artinya para Ulama
sendiri meragukan moral masyarakat.
Selama para ulama berpikiran negatif terhadap masyarakat
maka mustahil akan bisa tercipta kehidupan yg tenteram baik.
Menciptakan dunia Kehidupan yg baik harus ada saling
bekerjasama dan saling mempercayai ...
Waspada juga harus ada tetapi tidak harus selalu ditumpangi
pikiran negatif.
Selama Anda punya pikiran negatif artinya anda sendiri juga
negatif dan ikut serta menciptakan dunia negatif.
Ormas ...
Beberapa Ormas Masyarakat banyak turut campur dalam
berbagai hal seperti layaknya Amerika yg ingin menunjukan
kekuasaan! Meraka mengutuk Amerika tetapi perbuatannya
didalam negara sendiri juga mirip Amerika ... bagaimana ini?
Disini jelas terkesan adanya penekanan terhadap umum.
Demokrasi di Indonesia tidak akan terwujud bilamana masih
ada penekanan dari pihak2 tertentu apapun alasannya.
Indonesia terdiri dari unsur beragam budaya dan agama.
Bila salah satu sudah ingin menunjukan kekuasaan maka
tidak aneh kalau banyak terjadi kerusuhan.
Kepercayaan ber Agama ...
Agama itu urusan pribadi Anda dgn Allah/Tuhan.
Mengajak orang utk meyakini kepercayaan beragama
merupakan satu pahala .. tetapi bila memaksakan
adalah bencana.
Saya rasa setiap orang punya tg jawab masing2 terhadap
kepercayaan dan kehidupannya.
Sebaiknya Sucikanlah dulu diri anda sendiri dari pada anda
ribut2 mensucikan diri orang lain, padahal diri anda juga
masih banyak kekurangannnya!
SAYA ISLAM, ANDA ISLAM .. KAMI ADALAH UMAT ISLAM.
SAYA DAN ANDA BISA BERBEDA PENDAPAT ... AKAN
TETAPI DALAM BER AGAMA KAMI TETAP BERSATU!
Hati-hati ...
Syeitan bisa mempengaruhi manusia secara halus dan
tidak terasa dgn cara memanipulasi apapun!
Bila seseorang yg beriman kuat dan punya control diri maka
dia tidak akan mudah terpengaruh oleh hawa napsu seperti
tindak memaksakan, menindas, menganiaya, tidak jujur,
membenarkan yg salah karena adanya pertalian teman atau
saudara. Bila hal itu terjadi tandanya dia sudah tidak ada
control dan sudah kerasukan setan.
Walaupun dia guru besar agama bisa saja terjadi pada dirinya
selama dia masih realitas sbg manusia dgn kodratnya.
Pendidikan ...
Memberi pendidikan yg baik bukan dengan kekerasan akan
tetapi sebaiknya dengan cara menyadarkan dan berdasarkan
pendekatan, penjelasan dan pengertian.
Pelarangan perlu bilamana sudah tidak bisa diatasi dan tidak
mampu lagi alias kehilangan akal atau keterbatasan kemampuan
dalam mendidik.
Jaman dan keadaan saat ini sudah lain, jauhkan kekerasan
seperti jaman dahulu ketika orang2 masih belum berpikiran
maju dan bodoh.
Atas desakan ormas Islam maka Majelis Permusyawaratan
Ulama Aceh mencabut kembali izin yang sdh diberikan kpd
Bunga Entertaimen untuk menyelenggarakan konser
Band Nidji dan lainnya.
Alasannya penonton laki harus dipisahkan dgn penonton
wanita karena dikhawatirkan terjadi perbuatan mesum.
Disini saya menilai MPU lemah dan tdk punya pendirian
terhadap keputusan yg sudah dikeluarkan apapun alasannya!
Sebelum mereka memutuskan tentu sudah adapertimbangan
yg matang dan secara sadar harus ditepati dan dipertanggung
jawabkan, harus konsekwen dgn keputusan yg disepakati.
Kalau Ulama saja sudah Plin-Plan siapa lagi yg harus dipercaya
bangsa ini? Pemerintah juga sudah kurang dipercaya rakya
karena sering terjadinya penyelewengan.
Lalu ...
Bagaimana dg. sekolah2 dan Perguruan Tinggi yg. sudah
terbiasa campur antara lelaki dan perempuan?
Kenapa harus konser saja yang dilarang campur?
Hal ini tidak memberikan kepastian yg jelas pada masyarakat!
Logis saja kalau masyarakat amburadul karena terbiasa dengan
ke tidak pastian dan ke tidak jelasan aturan.
Memberi contoh yg tidak bisa dipercaya dan tidak bisa
dipertanggung jawabkan keputusannya alias PLINPLAN.
Perbuatan mesum bisa terjadi dimana saja tanpa kenal tempat!
Bisa juga terjadi di Pesantren yg sudah dipisahkan antara wanita
dan pria.
Malah pernah beberapa kali terjadi tindak sodomi di Pesantren.
Kekhawatiran Ulama terhadap masyarakat artinya para Ulama
sendiri meragukan moral masyarakat.
Selama para ulama berpikiran negatif terhadap masyarakat
maka mustahil akan bisa tercipta kehidupan yg tenteram baik.
Menciptakan dunia Kehidupan yg baik harus ada saling
bekerjasama dan saling mempercayai ...
Waspada juga harus ada tetapi tidak harus selalu ditumpangi
pikiran negatif.
Selama Anda punya pikiran negatif artinya anda sendiri juga
negatif dan ikut serta menciptakan dunia negatif.
Ormas ...
Beberapa Ormas Masyarakat banyak turut campur dalam
berbagai hal seperti layaknya Amerika yg ingin menunjukan
kekuasaan! Meraka mengutuk Amerika tetapi perbuatannya
didalam negara sendiri juga mirip Amerika ... bagaimana ini?
Disini jelas terkesan adanya penekanan terhadap umum.
Demokrasi di Indonesia tidak akan terwujud bilamana masih
ada penekanan dari pihak2 tertentu apapun alasannya.
Indonesia terdiri dari unsur beragam budaya dan agama.
Bila salah satu sudah ingin menunjukan kekuasaan maka
tidak aneh kalau banyak terjadi kerusuhan.
Kepercayaan ber Agama ...
Agama itu urusan pribadi Anda dgn Allah/Tuhan.
Mengajak orang utk meyakini kepercayaan beragama
merupakan satu pahala .. tetapi bila memaksakan
adalah bencana.
Saya rasa setiap orang punya tg jawab masing2 terhadap
kepercayaan dan kehidupannya.
Sebaiknya Sucikanlah dulu diri anda sendiri dari pada anda
ribut2 mensucikan diri orang lain, padahal diri anda juga
masih banyak kekurangannnya!
SAYA ISLAM, ANDA ISLAM .. KAMI ADALAH UMAT ISLAM.
SAYA DAN ANDA BISA BERBEDA PENDAPAT ... AKAN
TETAPI DALAM BER AGAMA KAMI TETAP BERSATU!
Hati-hati ...
Syeitan bisa mempengaruhi manusia secara halus dan
tidak terasa dgn cara memanipulasi apapun!
Bila seseorang yg beriman kuat dan punya control diri maka
dia tidak akan mudah terpengaruh oleh hawa napsu seperti
tindak memaksakan, menindas, menganiaya, tidak jujur,
membenarkan yg salah karena adanya pertalian teman atau
saudara. Bila hal itu terjadi tandanya dia sudah tidak ada
control dan sudah kerasukan setan.
Walaupun dia guru besar agama bisa saja terjadi pada dirinya
selama dia masih realitas sbg manusia dgn kodratnya.
Pendidikan ...
Memberi pendidikan yg baik bukan dengan kekerasan akan
tetapi sebaiknya dengan cara menyadarkan dan berdasarkan
pendekatan, penjelasan dan pengertian.
Pelarangan perlu bilamana sudah tidak bisa diatasi dan tidak
mampu lagi alias kehilangan akal atau keterbatasan kemampuan
dalam mendidik.
Jaman dan keadaan saat ini sudah lain, jauhkan kekerasan
seperti jaman dahulu ketika orang2 masih belum berpikiran
maju dan bodoh.
Langganan:
Postingan (Atom)